Puisi

SELAMAT JALAN
Oleh: Rizlan Effendi
Kemarin seorang anak menikam diri
dengan belati
basah tubuhnya
basah jiwanya
oleh darah yang kecewa
Harian analisa, Minggu 29 Maret 2009
PASRAH
Oleh : Rizlan Effendi
Kalau kau ingin pergi
meninggalkan aku
pergilah
rasa sayangku padamu
tak akan pernah berubah jadi benci
Bagiku
kau adalah fana
yang setiap saat boleh pergi
ke mana pun kau suka
dan aku tak berhak
meaksamu untuk abadi
Harian analisa Minggu, 29 Maret 2009
SEBUAH EPILOG
Oleh : Rizlan Effendi
Ah, sudahlah
sedu sedan itu
tak ada gunanya lagi
mungkin mati lebih baik
karena hidup sudah
tak ada gunanya
lagi
Medan 0106
Harian analisa Minggu, 29 Maret 2009
Oleh: Rizlan Effendi
Kemarin seorang anak menikam diri
dengan belati
basah tubuhnya
basah jiwanya
oleh darah yang kecewa
Medan 0106
Harian analisa, Minggu 29 Maret 2009
PASRAH
Oleh : Rizlan Effendi
Kalau kau ingin pergi
meninggalkan aku
pergilah
rasa sayangku padamu
tak akan pernah berubah jadi benci
Bagiku
kau adalah fana
yang setiap saat boleh pergi
ke mana pun kau suka
dan aku tak berhak
meaksamu untuk abadi
Singkawang 0900
Harian analisa Minggu, 29 Maret 2009
SEBUAH EPILOG
Oleh : Rizlan Effendi
Ah, sudahlah
sedu sedan itu
tak ada gunanya lagi
mungkin mati lebih baik
karena hidup sudah
tak ada gunanya
lagi
Medan 0106
Harian analisa Minggu, 29 Maret 2009


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home